Langsung ke konten utama

Pertanyaan 8 maret 2017

Pertanyaan muncul pada anak usia dini, pertanda daya fikirnya berkembang, perlu jawaban jujur dan harus sesuai tahap tumbuh kembangnya.
Agar kelak, mereka menjadi insan yang cerdas, sukses, menjadi hamba yang benar.
1. Pertanyaan bang rido saat usia dini.
Umi, tadi hujan, airnya banjir di depan teras. Gak ada semutnya. Kok airnya habis, sekarang banyak semut? Apa gak tenggelam rumah semutnya?
2. Umi, air bisa habis gak? Kan hujan turun?
Ach!.... apa ya dalam pikirannya?
Alhamdulillah, sudah terjawab. Jika aku gaj siap, maka aku jujur akan cari tahu, atau dia kuminta bertanya kepada ibu tetangga sebelah rumah, guru Fisika. Ibu herlina fahmi.
Pertanyaan anak2 di kelas.
1. Yusuf: Buk, kok sholat, rokaatnya banyak yang empat?
2. Zidan: buk, kok kita bisa bicara pakai hp?
Dalam satelit itu ada orang, buk? Satelit itu bisa rusak gak, buk?
3. Faris: siapa yang menciptakan ALLAH, buk?
Masya ALLAH....
ALHAMDULILLAH semua itu karunia ALLAH.
Untuk menjawab pertanyaan no 3, faris. Aku bener2 harus hati2. Ibarat botol, sedang terbuka. Gak boleh salah isi.
Aku minta bantuan temen2, bagimana jawaban yang benar.
Saat menjawab pada anak, biar nanti kucoba sesuaikan dengan usia mereka.
Serius, aku butuh bantuan jawaban no 3. Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita. Amiiin...
Atas bantuan teman2, sebelumnya kuucap terimakasih. ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...