Pertanyaan muncul pada anak usia dini, pertanda daya fikirnya berkembang, perlu jawaban jujur dan harus sesuai tahap tumbuh kembangnya.
Agar kelak, mereka menjadi insan yang cerdas, sukses, menjadi hamba yang benar.
1. Pertanyaan bang rido saat usia dini.
Umi, tadi hujan, airnya banjir di depan teras. Gak ada semutnya. Kok airnya habis, sekarang banyak semut? Apa gak tenggelam rumah semutnya?
2. Umi, air bisa habis gak? Kan hujan turun?
Ach!.... apa ya dalam pikirannya?
Alhamdulillah, sudah terjawab. Jika aku gaj siap, maka aku jujur akan cari tahu, atau dia kuminta bertanya kepada ibu tetangga sebelah rumah, guru Fisika. Ibu herlina fahmi.
Pertanyaan anak2 di kelas.
1. Yusuf: Buk, kok sholat, rokaatnya banyak yang empat?
2. Zidan: buk, kok kita bisa bicara pakai hp?
Dalam satelit itu ada orang, buk? Satelit itu bisa rusak gak, buk?
3. Faris: siapa yang menciptakan ALLAH, buk?
Masya ALLAH....
ALHAMDULILLAH semua itu karunia ALLAH.
Untuk menjawab pertanyaan no 3, faris. Aku bener2 harus hati2. Ibarat botol, sedang terbuka. Gak boleh salah isi.
Aku minta bantuan temen2, bagimana jawaban yang benar.
Saat menjawab pada anak, biar nanti kucoba sesuaikan dengan usia mereka.
Serius, aku butuh bantuan jawaban no 3. Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita. Amiiin...
Atas bantuan teman2, sebelumnya kuucap terimakasih. ...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar