Langsung ke konten utama

Postingan

Tarbiyah Islamiyah

3 April 2021 di FB. Copas. Copas. Tarbiyah Islamiyah diperlukan untuk mengubah kebodohan, keterbelakangan, penipuan, dan keburukan lainnya. Secara bahasa, tarbiyah berasal dari kata rabbaba-rabbaya-yurabbiya, yang artinya 'memperbaiki sesuatu dan meluruskannya.' Kata Ar-Rabbu yang ditujukan pada Allah SWT berarti pengajar, pendidik. Simak firman-Nya, "Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar.'' (QS Al-Baqarah [2]: 31). Istilah itu bisa pula berarti Pencipta dan Pemelihara sebagaimana Allah SWT berfirman, ''Segala puji bagi Allah, Pencipta dan Pemelihara semesta alam.'' (QS Al-Fatihah [1]: 2). Dalam proses pendidikan dan pengajaran, tarbiyah memiliki pengertian menyampaikan sesuatu menuju kesempurnaan dan dilakukan secara berkesinambungan sepanjang kehidupannya. Tarbiyah Rasul...
Postingan terbaru
3 April 2016 Copas 🌈Pelangi Guru Indonesia🌈 💫 Ada guru anyar  mengajar badan gemetar  jantung berdebar  💫 Ada guru cetar isi tasnya bukan alat mengajar, tetapi alat kosmetik dan gadget anyar, mau pulang malah macak biar kelihatan segar 💫ada guru bayar  mau kerja jika ada uang berlembar  💫ada guru nyasar  lulusan agama malah olah raga yang diajar  💫ada guru saudagar sambil ngajar jualan baju, kain batik, tupperware, pulsa, hingga jilbab 3 kali bayar  💫ada guru gusar  cuma mutar-mutar kerjaan gak kelar, apalagi data dapodik blm kelar hati seperti ambyar 💫ada guru sangar  senengnya plak buk aww jago nampar!  💫Ada guru gempar gemar lempar aneka issu mengeluh selangit menggelegar  💫ada guru kurang ajar palsukan ijazah, jual kunci jawaban, suka korupsi, huh dasar!  💫Ada guru sabar pensiun tinggal sebentar ubannya menyebar tetap mengajaaaaar  💫ada guru tegar  rela mengajar di tempat jin kopdar hingga peloso...

Suara Islam

3 April 2019 Sesaknya dadaku Sulitnya kubendung derasnya air mataku Lantangnya jerit tangisku Bukan karena kutak tahu Pun jua bukan kutak mampu Tapi karena kutak rela Diinjak-injak,  dihina dan diremehkan aqidah keyakinanku... Akhirnya... Allah juga yang menjadi hakim diantara kita... Terimakasih adek-adekku, anak-anakku Kau teriakkan suaramu Kau pukul genderang perang melawan nafsu Keberanianmu adalah jihad. Teruslah berjuang dengan ilmu dan pengetahuanmu Dengan kesempatan dan kemampuanmu Dengan pengalaman dan kekuatanmu Semoga ALLAH ta'ala senantiasa meneguhkan iman dan kebenaran di hati kita  Menegakkan istiqamah dalam dada kita Kebenaran syariat Islam telah menjadi ketetapanNya... Ust Felix Siau cs FB Yuluantoro Azzahra

pelatihan bahasa cinta di dinput

Fb bu Haina 3 April 2019

Rafshan Faydillah

Alhamdulillah... Pada usia sekitar 10 bulan adek Rafshan bisa berlebaran di Padang Panjang, bersama atuk, eyang, dan keluarga buya. Semoga Allah terus menjadikan anak yang tumbuh dan berkembang sehat wal afiat, cerdasa dan ceria, yang pada saatnya menjafi anak soleh yang bertaqwa dan senantiasa berbakti mendoakan orang tua.  Dan kelak menjadi yang bermanfaat dunia akhirat. Amiiin... Foto Rafshan di halaman Desa Baru Padang Panjang

IBU PENJAHIT

Saat ini roda itu berputar Jika kemarin teman atau saudara yang merasakan, Kini giliran itu sampai padaku. Tanpa iman, dunia seakan gulita Langit seakan runtuh Separuh jiwa telah pergi Hidup pun serasa tiada arti Itu bisikan. Ya... bisikan yang hendak melemahkan Hendak menjatuhkan Allah masih memberi kesempatan padaku.  Hidup masih berjalan Islam tak mengijinkan terpuruk berkepanjangan Bangkit dan kuat itu wajib Saat hendak mengambil pensiun dini Agar bisa berbakti pada ibu Ibu bilang, "jangan nduk" Saat hendak berhenti bekerja  Agar dapat memenuhi kesukaan makanan ibu Ibu bilang, "ojo nduk" Jalani saja, syukuri apa yang Allah berikan Ibu adalah sosok yang sangat sabar Berliku perjalanan ibu hadapi dengan tegar Apapun dan bagaimanapun Kematian adalah sebuah pelajaran paling besar Ia pasti datang Hakekatnya bukan mendadak Apalagi cepat terasa. Hanya hati yang lalai Kurang dalam berbakti Begini rasanya ditinggal ibu selamanya... Jangan pernah menyia-nyiaka...

Rafshan Faydillah

Alhamdulillah... Pada usia sekitar 10 bulan adek Rafshan bisa berlebaran di Padang Panjang, bersama atuk, eyang, dan keluarga buya. Semoga Allah terus menjadikan anak yang tumbuh dan berkembang sehat wal afiat, cerdasa dan ceria, yang pada saatnya menjafi anak soleh yang bertaqwa dan senantiasa berbakti mendoakan orang tua.  Dan kelak menjadi yang bermanfaat dunia akhirat. Amiiin... Foto Rafshan di halaman Desa Baru Padang Panjang