RENUNGAN MALAM Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda, سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ..؟ قَالَ: «الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. “Akan datang ke pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah..?” Beliau bersabda, “Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) tetapi sok mengurusi urusan orang banyak.” (HR. Ibnu Majah ) Smg Manfaat 21 April 2017
Alhamdulillah... Seingatku kali ini minggu kelima bermalam di sini. Ditepian pantai Padang perkampungan transito ulak karang. Malam terasa sunyi. Namun di ruang kamar yang luas ini, putaran kipas angin gantung di atas lantai aku berada, masih bergemuruh. Kipas berputar bagai tiada henti. Menyejukkan gerah keringat meski malam hari. Maklum, kota tepi pantai. Segemuruh itu putaran kipas angin, ternyata tak mampu mengalahkan gemuruh debur ombak tepat di belakang rumah didepan rumah tempat tinggalku saat ini. "BYUR! BYUR! BYUR! Berulang dan berulang. "Duh! Kok penduduk di sini nggak khawatir atau takut ya?" Tanyaku dalam hati. Menurut cerita tuan rumahku, ternyata, dulu lebih banyak lagi rumah di dekat pantai ini. Masih ada perumahan satu gang lagi. Tapi sekarang sudah tiada, karena dihempas ombak perlahan dan pasti. Nah, tinggallah gang yang sekarang ini. Tepat di depan rumah ini. Gang ini masih aman. Apalagi setelah dipasang tumpukan batu besar yang berjejer sekita pantai...