Langsung ke konten utama

Postingan

Ibu oprasi mata

IBU... Bak bintang yang sentiasa tunjukkan jalan ditengah gulita. Bak rembulan yang sentiasa pancarkan kedamaian. Bak mentari yang sentiasa tebarkan kehangatan. Bak samudera yang sentiasa musnahkan dahaga Bak melati yang sentiasa harumkan aroma IBU... Kau surga bagi anak cucu.. Terimakasih atas semua cinta... Kesempatan ini datang di luar rencana. Kekayaan hati ibu tiada terperi... Mari syukuri... Nikmat dan indahnya kehadiran ibu Moga sehat sertaimu selalu... #bintanngnyatetapibu# Di ekspos FB 25 mei 2019
Postingan terbaru

Bang rido datang

Alhamdulillah... Sesaat telp dengan Rashdan dan Rafshan, Masjid sedang berkumandang ibdah Junat, tiba-tiba bang Rido datang secara mengejutkan. Alhamdulillah sambil kupeluk, kubersyujur, anakku masih diselamatkan Allah saat kecelakaan mengerikan itu terjadi. Allahuakbar.  Bang Rido pun memeluk umi, menanyakan kondisi kaki sebelah umi yang masih di gip karena retak saat keseleo.

Zhou Qunfei

𝗔𝗡𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗦𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗡𝗬𝗔𝗥𝗜𝗦 𝗧𝗔𝗞 𝗣𝗨𝗡𝗬𝗔 𝗠𝗔𝗦𝗔 𝗗𝗘𝗣𝗔𝗡 Indratno Widiarto  Di sebuah jamuan makan malam kenegaraan antara Amerika Serikat dan China, perhatian banyak orang justru bukan tertuju pada Donald Trump, bukan pula pada Elon Musk atau Tim Cook. Mata banyak orang malah berhenti pada satu sosok perempuan yang duduk tepat di tengah mereka. Namanya: Zhou Qunfei. Banyak orang di luar China mungkin baru mendengar namanya saat itu. Padahal, diam-diam, perempuan ini adalah salah satu sosok paling berpengaruh dalam industri teknologi modern. Hampir setiap hari, miliaran manusia menyentuh hasil pekerjaannya—tanpa pernah tahu siapa dia. Karena setiap kali orang memegang iPhone, Samsung, iPad, atau layar mobil pintar modern, kemungkinan besar mereka sedang menyentuh kaca buatan perusahaannya. Dan kisah hidupnya nyaris terdengar seperti cerita film. Zhou Qunfei lahir di sebuah desa miskin di Hunan, China. Hidup tidak memberi dia awal yang mudah. Ibunya ...

Ramadhan

Alhamdulillah... 22 April 2021

Ramadhan

Alhamdulillah... 22 April 2021

Kampung Cino

Kampung Cino, Padang Panjang, Sumbar.  Begitu banyak kenangan terukir. Lebih dari setengah masa, Allah perjalankan hambaNya di kota ini. Suka, duka, tawa dan airmata saling menyapa, menjadi pelengkap tuk menikmati karunia. Salah satu kenangan indah adalah pernah berada di rumah sebagaimana foto di bawah ini. Sekitar tahun 1991, setamat dari KMI saya masih berada di asrama Diniyyah Puteri.  Ini rumah orang Cina. Disini terdapat kelas belajar semacam kursus yaitu  belajar menjahit dengan tacik. Sekolah menjahit REMAJA. Selain menjahit,  juga belajar memasak. Tacik juga bercerita temannya dari Belanda. Zaman dulu banyak orang Belanda bermain dan berkunjung ke kampung Cino. 22 April 2026

Ramadhan

Bulan Ramadhan. Bulan penyingkap rahasia. Bulan menajamkan mata batin bagi seorang muslim. Bulan menguatkan aqidah, sebagai landasan ibadah. Allah Maha kuasa, mencipta makhluk lengkap dengan segala bentuk dan dinamikanya. Alam dicipta untuk manusia yang menggunakan akalnya. Yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Yang memikirkan penciptaan langit dan bumi. Seraya berdoa, ya Tukan kami, tiadalah Kau ciptakan semua ini sia-sia. Satu sisi, kehidupan manusia nampak dalam suasana keluarga bahagia, segala urusan lancar, perjalanan karir mulus, anak-anak cantik, gagah, sukses, berkecukupan, segala ada. Berpangkat, jabatan tinggi bak raja, semua orang mengelu-elukannya. Serba wah, rumah, kendaraan, pakaian, asesories dan kebutuhan serba mewah. Sehingga orang lain pun menghayal betapa bahagia hidup mereka.   Satu sisi, ada keluarga yang kekurangan, hari ini bekerja mencari sesuap nasi, hari ini habis, belum tahu apa yang akan dinikmatinya untuk esok hari. Janga...