Manusia tak kan pernah tahu apa yang sebenarnya telah terjadi dan yang akan terjadi. Bahkan yang sedang terjadipun sebagian masih tertutupi. Karena itu hak mutlak dan kuasa Ilahi.
Keselamatan dan kecelakaan, kebahagiaan dan penderitaan, tergantung bagaimana seseorang menghadapi dan menyikapi.
Karena dunia tercipta berpasangan, maka sudah sewajarnya memandang kehidupan harus seimbang.
Keindahan dhahir, belum tentu mewakili kebahagiaan batin.
Namun pemahaman akan makna kehidupan dalam hati, pasti kan mewarnai dan menghiasi lifestyle. Dan itu mutlak bukan untuk dinilai atau dicari-cari.
Mari syukuri jika bahagia yang damai kita miliki.
Mari bersabar dan terus berikhtiyar, jika setiap hari kegersangan hati masih menyelimuti.
Semoga derita menuju bahagia....
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar