Berbuatlah semampumu.
Jangan paksakan...
Apapun yang kamu kerjakan, pasti penduduk langit dan bumi akan menyaksikan itu...
Jangan memikirkan mereka berlebihan.
Mereka tak kan memikirkan hidupmu.
Jangan berharap kepada yang lain.
Mereka tak punya apa yang kamu harapkan
Mohonlah, agar upayamu tetap dalam catatan yang mulia dan tiada sia-sia.
Apapun yang kamu terima, hakekatnya itu dariNya
Semua telah ditetapkan
Tercatat dalam kehendakNya
Bersyukurlah...
Karena rencanaNya selalu indah untukmu
Kini... da... nanti...
Ingatlah Dia, pasti Dia mengingatmu...
Mari berusaha mengingatNya
Semoga kita diingat dan dipelihara...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar