Kampung Cino, Padang Panjang, Sumbar.
Begitu banyak kenangan terukir. Lebih dari setengah masa, Allah perjalankan hambaNya di kota ini. Suka, duka, tawa dan airmata saling menyapa, menjadi pelengkap tuk menikmati karunia.
Salah satu kenangan indah adalah pernah berada di rumah sebagaimana foto di bawah ini. Sekitar tahun 1991, setamat dari KMI saya masih berada di asrama Diniyyah Puteri.
Ini rumah orang Cina. Disini terdapat kelas belajar semacam kursus yaitu belajar menjahit dengan tacik. Sekolah menjahit REMAJA. Selain menjahit, juga belajar memasak. Tacik juga bercerita temannya dari Belanda. Zaman dulu banyak orang Belanda bermain dan berkunjung ke kampung Cino.
22 April 2026
Komentar
Posting Komentar