2 april 2018
Ibunda Dewang Dewani
Alumni Al AZHAR MESIR.
Telah mendidik kami di perguruan Diniyyah Puteri Padangpanjang
Mendidik, mengajar dan melatih kami sebagai puteri/gadis/wanita Islam sejati.
Muslimah yang berbudi pekerti luhur.
Pertama aku menerima pelajaran dengan Ibunda, pelajaran Akidah Akhlak.
Sopan santun, tata krama, budi pekerti seorang muslimah berdasar ALQURAN dan sunnah.
Bukan saja teori, tapi juga aplikasi. Apa yang ibu katakan seiring dengan keteladanan dalam berkehidupan di asrama puteri.
Ibunda juga mengajar kami menelaah surat Maryam dalam tafsir Al-Maroghi.
Ibunda mengupas sangat dalam. Cahaya ilmu bersinar terang. Sungguh, dari hati yang tulus, sampai ke hati terasa tembus.
Salah satu wanita surga yang ALLAH jadikan sebagai nama surat dalam ALQURAN.
Wanita teladan dalam menjaga kesucian lahir batin, dalam menjaga keteguhan iman, dengan terus menuntut ilmu dari kekasih Allah, Zakaria, serta teladan dari para nabi dan rasul dalam surat Maryam.
Ibunda menyayangi seluruh murid-murid dengan tulus.
Masih teringat indah, saat aku akan mengakhiri masa belajarku di Dininiyyah puteri, tepat saat akan menaiki kendaraanku, ibu menitipkan uang saku untukku di jalan pulang ke kampungku di Jawa Timur.
Kepada para guru sesepuhku, aku sering mencari kabar dan tak tahu kemana.
Berkat didikan dan doa ibunda, alhamdulillah... aku menjadi pendidik, dan aku ingin mewarisi budi baikmu dalam mendidik, duhai bunda...
Semoga ALLAH mengampuni seluruh dosa,
Menghapus segala kesalahan, dan menyayangi ibunda agar ditempatkan ditempat yang mulia di surga di sisi ALLAH Ta'ala . Amiiin...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar