Langsung ke konten utama

MENGAJAR DAN BELAJAR

MENGAJAR DAN BELAJAR

28 nof 2017
Perjalanan panjang dan berliku ini sangat kunikmati. semakin hari, semakin menantang dan semakin beragam.
Biasanya kami berangkat berdua, karena satu dan lain hal, maka akhirnya sendiri-sendiri.
Kali ini sangat ingin kutulis, agar suatu saat dapat diingat.
Begini critanya.
selesai mengajar, akan berangkat kuliah. Sebelum  naik travel, kutanya sopir, apakah nanti singgah  ke bandara? Jawabnya, tidak. Tujuanku agar cepat nyampe kampus. Sopirnya agak tua. Ada istrinya. Ternyata, jalan mobil agak lambat. Macet 2 x. Sudah hampir nyampe, ngisi minyak... ya Allah..

Sementara itu temanku, Bu nurul beda lg. Udh siang, dapat duduk ditengah. mobil minibus bangku serep. Duduk gak pake sandaran. Yg penting cepet nyampe. Ternyata mobil ngantar barang orang pindahan ke Padang sarai... ya Allah...

Pulangnya, mau naik bis takut berhenti cari penumpang lama. Ternyata nunggu travel lama. Naik bis aja lg.
Ternyata, sdh satu jam blm nyampai juga di jembatan bandara. Lewat bandara mulai tambah kencang sikit. Sdh nyampai kandang ampek, putar haluan arah ke padang. balik lagi ke sicincin hanya utk mengambil barang pesanan yg tertinggal.. sekarang baru putar haluan lg. Ya Allah..

Alhamdulillah dpt tambahan penumpang...
Ya.... Alhamdulillah.... menikmati angin malam..
Bersyukur utk teman2 yg udh nyampe... gmn ibu2 yg ke Solok ya?
Smg kita semua selamat bertemu klrga... ngerjain tugas lg... lebih kurang jam 10 malam sampai di rumah. 
hitung2, tugas mengajar, tetap harus belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...