Langsung ke konten utama

Keutamaan Dzikir dan Sabar

Keutamaan Dzikir dan Sabar



 Seberat apa pun cobaan yang kamu hadapi akan terasa ringan jika kamu selalu mengingat dua hal. Pertama, Allah tidak pernah memberikan ujian yang melampaui batas kemampuan hamba-Nya, dan kedua, Allah sangat mencintai orang-orang yang bersabar.


Dalam Islam, kesabaran dapat menjadi pelajaran bagi setiap orang. Renungilah apa yang terjadi karena semua masalah mengandung hikmah yang baik.


Ambil sisi positifnya, lupakan dan jadikan pelajaran sisi negatifnya. Jangan sampai kamu hidup hanya larut dalam kesedihan.


Berusahalah sekuat mungkin agar kemudahan dari Allah selalu menyertaimu karena Allah telah berjanji memberikan ganjaran bagi mereka yang selalu memiliki sifat sabar.


Orang yang sabar dan ikhlas akan menelusuri setiap relung masalah untuk mencari segala bentuk hikmah sebagai bahan refleksi dan evaluasi diri


Orang yang kuat dan sabar adalah orang yang berjaya menyembunyikan perasaan sedihnya kepada orang lain dan senantiasa mengukir senyuman dengan ikhlas


Allah tidak pernah berkata bahwa jalan akan mudah. Tapi, Dia berkata: Aku akan bersama mereka yang memiliki kesabaran


Ujian atau cobaan akan membawamu semakin dekat kepada Allah atau justru menjauhkan kamu dari Allah, pilihan ada di tangan kamu


Jangan pernah menyerah, jangan bersedih dan berputus asa. Musibah dan bencana hanyalah bagian kecil dari perjalanan hidup kita yang panjang ini. Jadikan bencana ini sebagai pembelajaran penting yang bisa menjadikan kita manusia yang positif


Dalam musibah itu terdapat empat seni, yaitu mencari pahala dari Allah, berkawan dengan kesabaran, berdzikir dengan baik, dan menunggu kelembutan dari Allah SWT


Tidak semua musibah adalah azab. Beberapa di antaranya adalah karena rahmat Allah untuk membawa kita kembali kepada-Nya


Jangan menyerah! Allah sedang melatih kesabaranmu. Tetaplah bersyukur atas segala cobaan yang menimpamu. Jika kamu sedang diuji, itu berarti kamu sedang disempurnakan


Jangan biarkan cobaan yang menimpa menghancurkan hidupmu. Dengan sabar dan iman, kamu harus bisa melewatinya dan menjadi orang yang lebih baik.


(Tulisan ini kiriman dari Buya. Sebagai pengingat diri. Semoga menebar lebih banyak kebaikan. Amiiin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...