Langsung ke konten utama

PESAN BUYA

PESAN BUYA

 [06.38, 20/5/2022] 

Hidup bukanlah tentang BAGAIMANA kita MENEMUKAN dan MENIKMATI diri kita sendiri..Hidup adalah tentang BAGAIMANA kita MEMBENTUK diri kita sendiri..Karena HIDUP ADALAH PILIHAN..BAIK / BURUK..BENAR / SALAH adalah PILIHAN kita sendiri..bukan orang lain..!!

[06.38, 20/5/2022] 

 Orang tegar adalah bukan orang yang tak pernah bersedih, karena semua dari kita terlahir dari masa lalu dengan segala 'kenangan'nya. Orang tegar adalah sebuah pribadi yang mampu mengalihkan dan segala kesedihan yang menghampirinya, untuk kemudian mengendalikan kesedihan dan penderitaan dimasa lalu itu serta mengubahnya menjadi energi positif untuk membangun hari ini agar menjadi kenangan INDAH untuk masa depannya

[06.38, 20/5/2022] 

Di saat keadaan tegang dan genting, yang diperlukan bukanlah ketergesa-gesaan, tetapi suatu ketenangan. Ketenangan diperlukan untuk menata pikiran serta mengendalikan ketegangan dan kegentingan. Dengan ketenangan tersebut, maka pikiran akan lebih jernih. Tanpa adanya ketenangan, mustahil masalah dapat diselesaikan dengan baik. Ketenangan dalam menghadapi masalah merupakan ciri seorang pemimpin yang berpikiran matang dan dewasa. Kita bisa melihat para pemimpin dunia, kebanyakan dari mereka memiliki ketenangan dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau memerintahkan sesuatu

[06.38, 20/5/2022] 

Ketahuilah..!! Sesungguhnya kalian akan mati dan setelah itu dibangkitkan. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas semua amal kalian, serta mendapatkan balasan yang setimpal. Karena itu jangan tertipu kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini penuh ujian, bersifat sementara dan sarat dengan tipu daya. Semua yang ada didalamnya akan musnah. Para penghuninya pun saling berebut untuk memperolehnya. Ketahuilah! “kalian beserta segala perhiasan kehidupan dunia akan mengalami hal yang sama dengan mereka yang terdahulu, orang-orang yang panjang umurnya dan lebih megah rumahnya. Sekarang jasad mereka telah menjadi tulang belulang, rumah mereka kosong. Mereka berada dikubur dekat dan penghuninya terasingkan. Mereka digerogoti oleh cacing,tertimbun oleh bebatuan dan …

[06.38, 20/5/2022] 

 Sebaik apapun kamu, sebanyak apapun kamu melakukan kebaikan....percayalah akan ada diantara mereka yang membencimu tanpa alasan, itu bukan berarti kamu tidak baik....Ya, inilah hidup..... Ada yg terlahir sebagai penguji kesabaran dan ada yang terlahir diuji kesabarannya..... Tidak perduli apa yang manusia katakan,selagi yang kamu lakukan itu kebaikan

[06.38, 20/5/2022] 

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. ( Al-A'raf, 7 : 146 )

[06.38, 20/5/2022] 

Si Pemulung dan Si Kaya.  Di salah satu masjid sederhana ada sebuah percakapan, dimana ada salah seorang jamaah bertanya kepada seorang sufi. "Tuan, apa bedanya antara pemulung dan konglomerat?Si Sufi itupun menjawab, "Si pemulung itu hakekatnya adalah raja, sedangkan si konglomerat itu adalah sangat miskin". Terkejutlah si penanya itu, lantas ia berbalik tanya, "lo kok bisa? Kenapa tuan bisa mempunya pendapat seperti itu? Apa alasannya? Tanya dengan mimik keheranan. "Mengertilah wahai saudaraku, bahwa si kaya itu rakus akan dunia, pagi malam yang ia pikirkan adalah dunia, yang ia pikirkan bagaimana ia bisa kaya, bagaimana hartanya terus bertambah, bagaimana bisnis yang ia jalankan melesat dan berkembang dengan cepat, sampai ibadahnya banyak yang terbeng…

[06.38, 20/5/2022] 

Tidak ada suatu tarikan nafas pun tanpa seizin Allah. Begitu pun dengan musibah, tidak ada suatu kejadian tanpa kehendak-Nya. Di akhir tahun ini kerap terjadi musibah, seperti kecelakaan pesawat, gempa, longsor, gelombang tsunami, dll. Bagi kita kejadian tersebut sesuatu yang menyengsarakan dan membuat panik, bahkan kita katagorikan kiamat. Padahal, Allah tidak semata-mata mendatangkan musibah kalau memang tidak sesuai dengan kesanggupan hamba-Nya; dan allah juga tidak semata-mata mendatangkan petaka jika tidak ada hikmah dibalik kehendak-Nya. Tinggal sekarang, sejauhmana kita bisa memetik hikmah dibalik kehendak-Nya

[06.38, 20/5/2022] 

 MANUSIA-MANUSIA SIMBOL. Seorang teman heran, kenapa orang2 disekelilingnya yang secara pendidikan sangat bagus, lulusan universitas negeri ternama, pekerjaan mapan, mendadak dalam pemahaman agama menjadi bodoh dan cenderung radikal ? Saya sudah tidak heran, karena sudah mengamati sejak lama fenomena itu. Pada dasarnya, banyak orang yang mengukur orang lain dengan simbol2. Mereka yang duniawi mengukur simbol kesuksesan dengan hartanya. Mereka bergaul dalam level kesuksesan yg setara. Kalau ada yg lebih sukses ia merasa rendah diri, kalau dia melihat orang yg kurang sukses, mencemooh. Begitu juga dikalangan ilmuwan atau profesional. Gelar2 pendidikan adalah simbol2, sebuah ukuran. Mereka kadang memanggil seseorang dgn gelarnya demi menghormati simbolnya.

[06.38, 20/5/2022] 

Kita tidak berharap untuk diuji apalagi tertimpa musibah, akan tetapi jika hal itu datang maka kita bersabar..siapa tahu dengan ujian dan musibah ini kitab bisa meraih kedudukan yang lebih tinggi di surga yang tidak mungkin kita raih dengan amalan sholeh kita. Karenanya....bersabarlah dan berhusnudzonlah kepada Allah dalam ujian dan musibah

[06.38, 20/5/2022] 

 Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah ia...barangkali itu menjadi penyebab AMPUNAN bagimu di akherat

[06.38, 20/5/2022] 

melihat sesuatu tidak dari sisi kita, seperti teori gajah " ada seorang yang menuntun gajah di depan, seorang lagi mengikuti di belakang, yang depan berkata " Ohh indah nian pemandangan sepanjang hari,……..lalu kontan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir , karena orang yang dibelakang sepanjang jalan pemandangan di depannya adalah pantat gajah" Oleh karena itu kita harus belajar empati, kalau tidak ingin mudah tersinggung caranya cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain.Maksudnya adalah supaya kita tidak mudah dongkol yang menyebabkan emosi dan tersinggung.Harus diingat seribu satu alasan yang kita buat dilakukan untuk memaklumi bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri


(Tulisan ini bukan saya yang menulis. Saya mendapat dari Buya. semoga Allah Swt menjadikannya manfaat dan berkah untuk semua. amin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...