Langsung ke konten utama

Parentinh

Parenting
Parenting PAUD.
Sungguh luas materi parenting. Mengingat menimbang dan memutuskan, bahwa setiap anak memiliki keluarga, latar belakang yang berbeda-beda.
Keadaan orang tua, terutama pendidikan, keadaan masyarakat, keadaan ekonomi, lingkungan dan lainnya, sangat memberikan kontribusi terhadap gaya dan pola orang tua dalam mendidik anak.
Bagi orang tua yang memiliki anak usia dini, hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
Memberikan kebutuhan utama anak baik jasmani dan rohani.
Kebutuhan jasmani berupa:
1. Memberikan makanan halal lagi baik. Baik jenis maupun cara memperolehnya.
2. Memberikan pakaian sesuai dengan syariat dan kondisi.
3. Menjaga kesehatan dan kebersihan baik fisik maupun lingkungan, makanan sehat, rumah sehat, lingkungan sehat.
Kebutuhan rohani, berupa:
1. Menanamkan keimanan dan tauhid yang lurus dan benar kepada ALLAH SWT.
2. Memberikan pengenalan dan pembiasaan mengamalkan syariat Islam sesuai sunnah Rasulullah SAW.
3. Melaksanakan dan menjadi teladan dalam berakhlak yang mulia, sebagai landasan pembentukan karakter yang kokoh. Hormat, jujur, sopan santun, saling menyayangi, bertanggung jawab, semangat dan rajin belajar, sportif, dan sifat mulia lainnya.
4. Jangan sampai menjadi orang tua yang membiarkan perilaku anak yang  tidak terpuji. Apalagi malah bangga jika anak melakukan hal-hal yang kurang pantas.
Jangan remehkan bibit perilaku anak yang tidak terpuji. Sekecil apapun, segeralah untuk menumpasnya. Agar tahu mana yang baik dan yang buruk. Mana yang harus diakukan dan mana yang harus ditinggalkan.
5. Akhlak mulia sebagai dasar karakter diakui oleh setiap jiwa insani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...