Nasehat yang sering kudengar dari orang-orang baik adalah, bersyukurlah jika ayah bundamu masih hadir menemanimu di dunia. Doa-doanya selalu dilantunkan untuk keselamatanmu.
Kisah malin kundang, itu pertanda seorang ibu yang sudah tak tahan lagi menanggung rindu kepada putera yang telah dikandung dan dibesarkannya. Setelah hidup berumah tangga, sang anak lupa kepada orang yang harus dimuliakannya, IBU.
Kisah Alqamah, zaman Rasulullah saw. Betapa dahsyat kasih sayang, maaf dan doa ibunda. Hingga menghentikan siksa yg diterima semasih di dunia, karena durhaka.
Setiap ibu, dengan rela mengandung. Bertaruh nyawa melahirkan. Berjuang, bekerja siang malam, sanggup menanggung derita untuk sang buah hati.
Betapa teririsnya hatiku jika melihat, mendengar keluh seorang ibu yang menanggung rindu kepada anak.
Beberapa kali sudah kutemui ibu seperti itu. Mengapa para ibu masih sabar? Karena ibu masih berharap anaknya selamat. Jangan sampai anaknya celaka.
Bersyukurlah jika ayah bunda masih hadir di dunia. Karena itu bonus dari Tuhan untukmu.
Semoga ALLAH melindungi kita selalu dan menuntun untuk selalu berbakti kepada ayah bunda..
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar