Langsung ke konten utama

Duta bahasa

Duta bahasa
Setetes embun penyejuk.
Masih dalam ajang duta bahasa SUMBAR.
Kesekian kali bertemu dan berbincang dengan para pejabat dari Balai Bahasa SUMATERA BARAT, hal yang selalu kutunggu adalah mendapat setes embun penyejuk dari para maestro bahasa.
Kepala BB Sumbar sekaligus juri 1, bapak Drs.Dwi Sutana,M.Hum.,
Juri 2, saudari Annike Febyfiolina, juara 2 nasional Duta bahasa beberapa tahun lalu,
Juri 3, Dr.Sawirman, baoak dosen dari Universitas Andalas,
Kasubag, ibu Herlinda,M.Hum.,
Pembina bahasa, bapak Wahyudi,M.Hum.,
Ibu Andriana Yohan,M.A.
"Cara berpikir seseorang akan sangat tergantung dengan siapa bergaul."
Berpikir besar, berpikir kritis, berpikir positif, namun tetap santun dalam berbahasa, tegas, lugas, jelas, dalam berkomunikasi, smart, energik dalam dalam body languagenya, serasa akrab dan menyatu dalam bertutur.
Meski ada satu karakter inti yang membedakan, yaitu budaya. Senyum berwibawa, selalu terpancar saat mengungkap makna kata, tetap terasa berbeda.
Masih ada beberapa yang kutulis dan kuingat, mungkin bermanfaat untuk merenung. Apalagi sebagai seorang pendidik.
1. Setiap orang ingin sukses. Namun setiap kesuksesan berbeda. Bagaimana setiap individu dalam meraih sukses namun tetap pada cara dan jalur yang sesuai dan maslahat bagi masyarakat.
2. Bagaimana memaknai bahasa sebagai alat komunikasi.
3. Apa maksud dari bahasa sebagai alat kontrol.
4. Apa yang dimaksud bahasa sebagai alat integrasi.
5. Apa perbedaan bahasa ibu, dan apa bahasa daerah. Apa fungsi masing-masing.
6. Bagaimana memperbaiki kondisi dan image bahwa negara Indonesia ini sebagai negara konsumen.
7. Bagaimana cara mengenalkan bahasa Indonesia kepada dunia.
8. Setiap makhluk Tuhan memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagaimana cara memaksimalkan kelebihan dan meminimalisir kekurangan yang ada pada diri.
9. Jika harus memilih, memilih mendapatkan keberuntungan atau memiliki potensi.
10. Dari semua presiden yang pernah memimpin Indonesia, presiden mana yang dikagumi. Mengapa.
11. Jika menjadi presiden saat ini, apa yang paling utama harus dibenahi.
12. Jika, anda berposisi sebagai juri, siapakah yang harus menjadi juara duta bahasa saat ini.
13. Anda memilih sebagai pemimpin atau yang dipimpin. Mengapa. Jelaskan.
Semua  lebih kurang ada 20 pertanyaan. Masing-masing peserta 1 pertanyaan.
Asyik. Menarik. Geram. Menantang. Hidup. Segar. Enjoy...
Siapapun generasi muda, berhak untuk menjadi duta bahasa, berbudaya, berkarakter mengembalikan kejayaan dan martabat bangsa.
Jangan sampai mengalami penjajahan kesekian kalinya.
Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...