Langsung ke konten utama

toxic

Hari ini.
Terulang kembali.
Tuduhan yang mengerdilkan.

Setahun yabg lalu.
Ketika ada seorang kelas tak ingin anaknya diajar oleh seorang guru, bukan guru itu yang dicari mwngapa dan bagaimana? Tapi guru kelas yang diha isi, hingga tak mungkin berdaya.
Maka jawabanny hanya 1. Krn dia santai dan tenang.
Yang mengadu domba adalah mwd.

Kedua saat mengajak guru lain untuk maju. Maka dibilangnya itu membuat orang lain merasa diremehkan. Karena tak semua orang memiliki kemampuan yg sama.

Jetiga awal tahun mengajar.
Saat memberi peringatan dan memberi masukan untuk kawan.
Katanya mengkritik. Sudah tu tidur.

Saat kawan mengatakan 1000 sertifikat, tapi gak berbagi ilmu.

PadHal kawan diajak belajar gak mau berkembang.

Asraghfirullah...
Waktu sekian tahun habis untuk bermasalah yang bukan masalah.
Semoga Allah menegakkan yg benar itu benar. Yang salah itu salah.

Kombel. Belum musyawarah kok buat sendiri.

Fasil. Inginnya tahun depan.
Padahal kan belum tahu tahun depan ada atau tidak.

Katanya boleh tapi digoreng.
Astaghfirullah.
Bilang aja ada ketidak inginan jika guru itu maju.

Yakin semua Allah atur.

10 okt 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...