Langsung ke konten utama

Ibu

BALADA SANG PUTERI
Duhai para gadis...
Persiapkan dirimu
Sebelum mengarungi mahligai pernikahan
Sebelum menjadi seorang permaisuri
Jika izin ALLAH kelak terlahir anak dari rahimmu 
Kedudukanmu bertambah jadi seorang ibu
Bentuk kasih sayang antara ibu dan suami
Tentulah ada beda
Sayang dan hormat kepada ibu
Bukan karena tak bahagia dengan suami
Sayang dan hormat kepada suami
Bukan karena tak bahagia bersama ibu
Ibu, kasih sayangnya tiada terperi
Seorang anak tak kan mampu membalas jasa ibu
Tanggung jawab suami telah pun jelas secara syar'i
Seorang istri andai boleh sujud kepada manusia, maka ia adalah suami
Duhai para puteri...
Saat jauh dari ibu karena mendampingi suami
Adalah sebuah perjuangan batin
Yang tidak setiap perempuan memiliki
Berbakti kepada ibu tetaplah menjadi hal dirindu
Karena ibu... 
telah mempertaruhkan hidup mati untuk sang buah hati
Semoga ALLAH menjaga ibu kita...
Semoga kita mampu berbakti 
Selagi ibu masih dipanjangkan umurnya
Jangan sakiti ibu...
Siapapun yang membahagiakan ibu,
Moga ALLAH membahagiakannya
Siapapun yang menjadikan ibu sedih, terluka,
Moga ALLAH mengampuninya.
Ibu... 
Pantaslah... syurga di bawah telapak kakimu...
Rindu ini... tiada terperi...
Masapun tiada lama lagi...
Moga ALLAH lindungi, jaga, bahagiakan, dan 
sehatkan ibu selalu... amiiin...

Alhamdulillah tulisan ini ditulis pada 22 Feb 2019
Foto ini saat umroh bersama ibu di tahun 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...