Langsung ke konten utama

Jurus sehat mental ala Jepang

7 JURUS JEPANG UNTUK MENGATASI OVERTHINKING
Dr. Jen Zainal Asyikin Hans 

■ Overthinking atau berpikir berlebihan bisa menguras energi dan menghambat produktivitas. 

■ Jepang memiliki berbagai filosofi dan konsep yang bisa membantu mengatasi overthinking dengan lebih tenang dan terarah. 

■ Berikut adalah 7 jurus Jepang untuk mengatasi overthinking:

1. Ikigai (生き甲斐) – Temukan Alasan Hidup

Apa itu?

■ Ikigai adalah konsep tentang menemukan tujuan hidup yang memberi makna dan kebahagiaan.

Bagaimana membantu?

■ Saat overthinking, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini benar-benar penting dalam perjalanan hidupku? Fokus pada hal yang membawa makna akan mengurangi kecemasan yang tidak perlu.

2. Wabi-Sabi (侘寂) – Terima Ketidaksempurnaan

Apa itu?

■ Wabi-sabi adalah seni menerima ketidaksempurnaan dan menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan itu sendiri.

Bagaimana membantu?

■ Overthinking sering terjadi karena kita ingin segalanya sempurna. Wabi-sabi mengajarkan bahwa tidak ada yang sempurna, dan itu tidak masalah.

3. Shikata Ga Nai (仕方がない) – Terima Hal yang Tak Bisa Dikendalikan

Apa itu?

■ Shikata ga nai berarti "tidak ada yang bisa dilakukan," atau menerima kenyataan yang tidak bisa diubah.

Bagaimana membantu?

■ Alih-alih memikirkan sesuatu secara berlebihan, tanyakan: Apakah ini dalam kendaliku? Jika tidak, lepaskan dan fokus pada hal yang bisa diubah.

4. Kaizen (改善) – Perbaikan Bertahap

Apa itu?

■ Kaizen adalah filosofi perbaikan terus-menerus dalam langkah kecil dan konsisten.

Bagaimana membantu?

■ Daripada terjebak dalam overthinking, mulailah dengan tindakan kecil. Bahkan satu langkah maju lebih baik daripada tidak bergerak karena terlalu banyak berpikir.

5. Yūgen (幽玄) – Nikmati Keindahan Hidup yang Tak Terucapkan

Apa itu?

■ Yūgen adalah konsep menghargai keindahan yang mendalam dan tak terlihat, seperti ketenangan lautan atau keheningan malam.

Bagaimana membantu?

■ Overthinking sering menghalangi kita menikmati momen. Berhenti sejenak, tarik napas, dan nikmati keindahan sekitar untuk menenangkan pikiran.

6. Mushin (無心) – Bebaskan Pikiran dari Kekhawatiran

Apa itu?

■ Mushin berarti "pikiran tanpa pikiran," yaitu kondisi ketenangan di mana kita tidak terikat oleh emosi atau pikiran berlebihan.

Bagaimana membantu?

■ Latihan mindfulness, meditasi, atau sekadar fokus pada satu hal dalam satu waktu dapat membantu kita mencapai keadaan mushin dan mengurangi overthinking.

7. Oubaitori (桜梅桃李) – Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain

Apa itu?

■ Oubaitori berasal dari empat jenis pohon (sakura, plum, peach, dan aprikot) yang mekar dengan cara mereka sendiri.

Bagaimana membantu?

■ Sering kali overthinking muncul karena kita membandingkan diri dengan orang lain. Oubaitori mengajarkan bahwa setiap orang punya jalannya sendiri, dan itu tidak perlu dibandingkan.

Kesimpulan

■ Mengatasi overthinking membutuhkan kesadaran untuk menerima ketidaksempurnaan, fokus pada hal yang bisa dikendalikan, serta menikmati momen saat ini. 

■ Dengan menerapkan prinsip Jepang ini, kita bisa lebih tenang, fokus, dan hidup dengan lebih ringan.

■ Demikianlah adanya... Demikianlah kenuataannya...

www.keajaibanbersyukur.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...