Langsung ke konten utama

Sakit dalam MPLS.

Alhamdulillah tahun ajaran baru dimulai.

Bismillah, Senin, 13 Agustus 2026, MPLS pun dimulai.
Peraturan baru dimulai.
06.25 guru sampai di sekolah.
Terbayang gak, subuh di Kota Padang Panjang sekitar jam 05.00.
Anak-anak berdatangan ke sekolah.

Dihari-hari awal masuk, anak-anak banyak yang ngantuk, ada yang menangis, dan drama lainnya.

Para guru terus menjaga agar tetap semangat.
Seminggu MPLS, badan ini mulai menyampaikan apa yang dirasakannya. "Aku lelah." Barangkali begitu.

Hari Senin tgl 20 Agustus, sepulang anak, saya pergi ke warung dekat sekolah untuk makan nasi soto.

Sepulang dari warung, tubuh terasa aneh.
Selesai membersekan kelas, selesai duhur, aku baring di kelas. Ternyata memang rasa meriang mulai dari kepala, badan panas tapi kedinginan.
Hari Selasa tak kuat ke sekolah.
Abah memindahkan obat kepada dokter. Diberi surat keterangan sakit.
Siang terasa agak ringan.
Rabu pergi ke sekolah. Surat keterangan tak digunakan.
Ternyata hari Kamis, badan semakin lemah. Abah mengantarku langsung ke dokter dalam kondisi sangat lemah, dengan membawa obat yang sebelumnya.

Dokter mengganti obat dengan yang lain. Badan bisa tidur dengan tenang.
Siang keringat mulai keluar.
Malamnya tak bisa tidur lagi.
Tengah malam ambil wudhu, solat dna mengaji.
Belum bisa tidur sekitar jam 3 dini hari.
Mencari kesibukan, langsung menyapu lantai. Beres beres.
Saat mau membuang sampah, kebuka pintu. Allahuakbar,  ada orang lewat. Syukurnya sudah melewati dari rumah.
Langsung kututp pintu. Nampak orang laki-laki tinggi, sambil membuka hp.
Kubuka lagi, kuperhatikan, benar. Ada bayang orang.

Lalu kebuka pintu sempurna dan kelanjutan menyapu dan meletakkan sampah di samping pintu.

Alhamdulillah hari Jumat bisa sekolah lebih segar, meski masih agak lemah.

Saat ada rapat walimurid, saya pamit pulang lebih dulu untuk istirahat.
Alhamdulillah.  Semoga sehat wal afiat selanjutnya. Amiiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...