Langsung ke konten utama

hari ibu


SELAMAT HARI IBU
Bukan berarti hari-hari lain tiada ucapan untuk ibu
Bukan berarti hanya mengistimewakan satu hari ini
Bukan berarti tiada selamat untuk ayah
Ibu...
Tiada habis kata bicara tulus baktimu
Tiada habis kata bicara murni pertolonganmu
Tiada habis kata bicara  dalam kasihmu
Tiada habis kata bicara putih cintamu
Tiada habis kata seluruh jasa pengorbannmu
Untuk kami anak-anakmu
Untuk ayah pendamping hidupmu
Untuk keluarga kita
Ibu...
Entah apa yang kan kau terima balasan kami
Entah apa yang kan kau hadapi balasan ayah
Entah apa yang kan terjadi pada keluarga
Engkau tak mau peduli
Ibu hanya ingin anak-anak sehat
Ibu hanya ingin anak-anak selamat
Ibu hanya ingin anak-anak tidak sesat
Ibu hanya ingin ayah dan kami kuat
Ibu hanya ingin kami aman
Ibu hanya ingin kami bahagia
Ibu...
Engkau selalu ada waktu untuk kami anak-anakmu
Engkau selalu menunggu kedatangan kami anak-anakmu
Engkau senantiasa menghibur,
Engkau senantiasa menenangkan
Engkau selalu memberi yang terbaik
Ibu...
Engkau mendoakan kami
Saat kami dekat, saat kami jauh
Saat aman, hujan, dan badai
Ibu...
Kapan kau pikirkan dirimu sendiri?
Tiga tingkat derajatmu dibanding ayah
Syurga di bawah telapak kakimu
Ibu...
Engkau wakil Tuhan di muka bumi
Kami aman bersamamu
Kami nyaman dalam pelukmu
Kami senang di sisimu
Kami bahagia selalu... bersamamu...
Ibu...
Kaulah wanita yang mulia
Doa dan asaku....
Allah melindungimu selalu
Allah menjagamu selalu
Allah membalas semua budi amalmu
Allah ampuni semua salah dosamu
Allah...
Masukkan ibu dalam surga ridhoMu...
Allah...
Kabulkan doa ibuku..
Amiiin....
Ibu....
22 desember, 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...