Langsung ke konten utama

ENAKNYA JADI GURU TK

ENAKNYA JADI GURU TK
Alhamdulillah...
Entah apa yang yang akan terjadi. Doaku semoga kebaikan menyertai hidup putra putriku.
Sore ini, sepulang sekolah, putriku sibungsu Aisya, mengungkapkan ketulusannya tentang uminya.
Masya Allah... benarkah?
Mungkin belum apa-apa.
. Tapi sebuah doa. Agar aku bisa menjadi ibu yang amanah.
1. Saat melihat foto wajahku.
Dia berkomentar. nampak sekali dari raut muka umi, umi tu ibu yang sabar. penyayang kepada orang lain. apalagi kepada anak-anaknya dan muridnya.
2. ada seorang gurunya yang menyebut uminya di depan kelas karena ada dua peristiwa yang berkesan bagi guru tersebut. Pertama, saat uminya menyampaikan ke sekolah, bahwa abangnya dipukul bagian kepala oleh seniornya saat latihan pramuka. pak guru suka mendengar penjelasan umi. pak guru suka karena ada orang tua yang mau menyampaikan kepada sekolah tentang apa yang terjadi pada anakya. pak guru suka karena uminya tidak melaporkan kepada pihak berwajib. andai pak guru tahu peristiwa itu, mungkin akan diinjak-injak senior abangnya. ah, yang bener pak?  Kedua, saat Aisya kecelakaan dan berbaring di rumah sakit. pak guru senang mendengar uminya bicara. maksud pak guru, kalimat bijak dan menyejukkan. bukan profokator atau amarah. 
3. melihat foto-foto kegiatan murid-murid uminya di TK. Komentar muncul tanpa diduga. "enak juga ya jadi guru TK. melihat anak-anak senang itu lo, gimanaaaaa gitu.
Duh, alhamdulillah.... syukurku tak terperi. kebahagiaan itu tak harus berupa materi. Komentar seorang putri terhadap kinerja sang ibu.
Ketulusan hati melahirkan kebahagiaan sejati. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...