Langsung ke konten utama

Sakit pinggang

 Sakit pinggang kali ini sakit pinggang yang ketiga kalinya pertama waktu aku masih bertugas di TK Ma'arif tiba-tiba saja pinggang aku sakit dan uh sepertinya dihimpit dada ini sesak luar biasa dan tidak bisa melangkah kakiku Alhamdulillah bisa menelpon Abah untuk datang ke sekolah dan karena tidak bisa melangkah untuk menuju ke sepeda motor aku tersempat dibimbing oleh sebelah kanan Abah sebelah kiri Bu nur kepala TK Ma'arif dibawa ke rumah sakit umum daerah dan alhamdulillah bisa sembuh lalu


Sakit yang kedua kalinya di TK Kartika waktu itu ya sempat sakit tapi lupa ya ngapain


Kali ini sakit pinggang yang ketiga sesudah selesai kegiatan anak membuat bingkai foto pas mau berdiri sudah berdiri terasa sakit uh sakit sekali Allahu Akbar dan tidak bisa berdiri lurus kalau berdiri membentuk siku akhirnya terus melaksanakan kegiatan di sekolah sampai anak pulang tidak bisa masih bisa sih baca iqro terus kembali tidak bisa oh melanjutkan tidak salat di situ tidak salat di sekolah lagi kurang jam 12.30 pulang sampai di rumah baring terus diingat-ingat apa Mbak eh baru ingat pagi sebelum sekolah waktu mandi olahraga di kamar mandi karena ingat kok banyak duduk badan kok nggak nyaman mungkin kelewatan olahraganya jadi mungkin ada yang keseleo saja dan sampai sekarang 2 hari masih sakit namun alhamdulillah ada lebih baik mudah-mudahan besok sudah lebih baik pesan orang baik kebanyakan banyak minum air putih jadi untuk saudara-saudara teman-teman dan anak-anak umi keturunan umi jangan sampai merasakan sakit pinggang yang seperti ini


Sebelumnya Abah sempat sakit pinggang tapi metengok badan Abah lurus kalau punya Om ini bengkok bungkuk gitu tapi kalau duduk aman Alhamdulillah secara jiwa raga masih sehat * aja


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...