Jimat malam sabtu. Tgl 2 feb malam 3 febr 18.
Aku mimpi mengkafani dua org.
Satu muridku yang lucu, aan. Kuiris2 wajahnya, tersenyum saja dia. Tak ada nangis. Dan siap serta bersedia akan kukafani.
Satu lagi mas olik. Sambil membaca doa2. Mas olik nurut kukafani. Tapi saat kutanya sm orang siapa yg menyuruh mengkafani, tak ada yang mengaku.
Lalu kubilang, biarkan sajalah. Sampai ALLAH yang mematikan. Nelum mwninggalvkok dikafani. Akhirnya kafan mas olik kubuka. Mas olik tetap membaca doa dengan fasih.
Lalu aku terbangun.
Semoga ini bermakna kebaikan bagi mas olik.
Mas olik masih hidup disisi ALLAH penuh bahagia dan ridho. Amiiin.
Aku yakin ALLAH maha pengasih penyayang kepada mas olik. Amiin...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar