15 02 17
Kepuasan hati....
Siapapun kita, memiliki karakter dan latar belakang serta keluarga yang unik.
Setiap kita, tak kan ada yang mampu hidup sendiri. Kita pasti membutuhkan orang lain.
Mari kita jaga keharmonisan dan kesetiakawanan.
Jangan kita menyakiti, jika memang kita tak mau disakiti.
Jangan kita berbohong, jika kita sakit hati dibohongi.
Jangan kita merendahkan, jika kita tak suka dihina.
Mari saling menghormati. Mari saling menghargai. Kita bersaudara.
Islam itu indah, damai, selamat.
Kamu berada di tempat yang tinggi jika kamu beriman.
Akhlak yang mulia ibarat sekuntum bunga. Dimana saja pasti semua orang suka.
Orang yang berakhlak tidak mencari perhatian orang lain. Tidak berharap agar disukai orang.
Andai orang lain penduduk bumi tak menyukainya, ALLAH dan penduduk langit pasti merindu dan menunggu kapan kembali ke hadirat Ilahy.
Kepuasan hati, jika kita bisa saling berbagi...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar