Mampukah bersyukur putriku?
Kesempatan terindah saat kamu berdua dengan orang yang membutuhkan pertolonganmu.
Tak ada orang lain.
Hanya kamu dengan orang itu.
Kesempatan terindah nak....
Apalagi itu orang tuamu...
Apalagi itu nenekmu...
Putriku...
Bersyukurlah kamu punya kesempatan...
Bukankah semua sudah ALLAH rencanakan?
Berdasarkan rencana ALLAH tetapkan?
Lalu ALLAH putuskan
Kamu pilihan. Terpilih untuk berbakti.
Merawat dan menjaga nenek ....
Bersyukurlah, putriku...
Berbuat baiklah...
Barsabarlah dalam berbakti...
Ikhlas nak...
Apa guna sekolah tinggi
apa guna ilmu banyak
Jika tak mampu menuntun hatimu menuju kepada kebaikan?
Berbuat baiklah nak...
ALLAH telah berbuat baik padamu
Banyak dan tak terhitung...
Bersyukurlah nak...
Sayangi, layani, senangkan hati nenekmu
Perintah ALLAH jangan diabaikan
Kesempatan baik jangan diremehkan
Amalmu... untuk bekal hidup abadimu...
Bersyukurlah putriku...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar