Jangan sampai kamu mengatakan
Kukira ketika sudah khalal karena menikah, dapat berbagi rasa tanpa ada kecewa. Kapanpun dan dimanapun.
Namun sepertinya, syetan tak pernah rela. Yang halal disia2kan. Yang haram dikejar2. Seakan hidup selamanya. Lupa kelak tanggubg jawab akan ditanya...
Dan...
Aku...
Sering menanggung rasa sendiri...
Sampai hari ini...
Aku sdh hampir mati....
Semoga anak2 keturunanku selalu dilindungi...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar