Sahabat... kutahu dirimu.
Kufaham maksudmu. Kau lakukan semua ini, karna mmg harus demikian. Agar terhindar dari sakwa sangka. Agar tak terjadi malapetaka.
Sahabat... sebagai laki2, bapak2, bahkan mgkn kakek2, menghadapi ini semua dengan senyunman. Karna tlh merasa pahit dan manisnya kehidupan.
Sebaliknya diriku...
Menerima ini dgn pedih dan tangisan.
Krn bagaimanapun..
Tak mgkin kubuat salah hanya tuk nikmat sesaat
Tp aku memang ingat. Ingin bercengkrama biasa.
Bukan aneh2.
Salahkah aq?
Darimana rasa ini?
Mengapa rasa ini ada?
Sahabat... 😭😭😭
Jika direnungkan... lucu ya...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar