Aku sedang menonton FTV Ajun Perwira dan Desi Ratna sari Kasih yang Terbuang.
enggak tahu kenapa lewat tiba-tiba info itu di sosmed. padahal aku sedang mengerjakan aksi nyata Pelibatan Keluarga di Satuan Pendidikan.
Kisah seorang anak yang dipaksa meninggalkan ibunya, untuk tinggal bersama ayah dan eyangnya.
Teringat kala itu kelas 3 SD, harus pergi ke Jember untuk tinggal bersama Mbah putri.
Butiran kristal ini tak terbendung saat episode Faris anak Fathiyah (Desi ratna sari) yang meraung tidak mau pisah dari ibunya.
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar