Langsung ke konten utama

Nasehat Buya 11 Dulhijjah 1443 H

 Nasehat buya

 PADA-NYA LAH AKU BERSERAH DIRI


Walau kadang kecil rezeki ku, Walau kadang sulitnya perjuangan ku, walau kadang gagal impian ku, 


Namun aku tak pernah putus asa dan tetap yakin pada janji-Nya,


Lihat matahari selalu terbenam dikala senja, namun ia juga tidak pernah terlambat sedikitpun untuk terbit di pagi hari.


Lihat bunga selalu mengering di musim gugur, namun setiap kali datang musim semi ia mekar kembali.


Sebab itulah aku yakin bahwa Allah telah mengatur semuanya,

Maka atas dasar apa aku khawatir??

Sedangkan segala sesuatu telah berjalan di bawah kendali-Nya,


Tidak satupun yang dapat menghalangi datangnya rezeki ku, jika Allah telah menetapkan untuk ku,


Dan tidak ada satupun yang dapat mencelakakan aku, jika Allah menyelamatkan ku,


Sebab itulah aku merasa tenang, karena semua berlaku atas kehendak-Nya.


Dan hanya pada-Nya lah aku berserah diri.


Karena hanya Dia-lah sebaik-baiknya perencana dan tempat bagi ku untuk berharap dan meminta perlindungan.

_----------_

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jangan besarkan anakmu dengan cara orangtuamu membesarkanmu dulu, karena mereka lahir di zaman yang berbeda

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jangan pernah mengambil keputusan ketika sedang marah dan jangan pernah mengumbar janji ketika sedang bergembira

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Hamba yang saling mencintai karena Allah akan mendapatkan pertolongan istimewa di padang makhsar dan di surga akan di tempatkan di tempat mulia yang bersinar - sinar yang membuat semua penghuni surga merindukan untuk bisa bersama mereka.Dan tanda hamba yang saling mencintai adalah tidak pernah meninggalkanya dalam panjatan doanya.Maka dari itu jangan lupa sertakan kami dalam dalam doa anda dan doakan kami agar tidak lupa mendoakan anda agar kita mendapatkan kemuliaan hamba-hamba yang saling mencintai karena Allah

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Kenapa Allah masih hidupkan kita hari ini ? karena dosa kita terlalu banyak dan Allah masih izinkan kita untuk bertaubat 

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jika kamu menginginkan agar Allah tetap gigih dalam memberikan hal yang kamu cintai, maka kamu juga harus gigih dalam melakukan hal-hal yang Dia cintai

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Hanya karena kamu tidak bisa melihat udara, bukan berarti kamu berhenti bernapas. Hanya karena kamu tidak bisa melihat Allah, bukan berarti kamu berhenti percaya kepada Allah

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jangan pernah merasa kesepian di atas jalan kebenaran hanya karena sedikitnya orang yang berada di sana

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Raihlah cinta Allah, maka seluruh dunia akan tampak tidak penting dibandingkan dengan apa yang kamu miliki

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Apa pun yang ada dalam pikiranmu, kekhawatiran, kebingungan, ataupun kesedihan, sampaikanlah kepada Allah. Allah adalah pendengar terbaik dan Allah sangat menyukai doa kita. Karena itu, Mintalah Allah untuk membimbingmu

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Hati yang berdetak hanya untuk Allah akan selalu menjadi orang asing di antara hati yang berdetak untuk dunia

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: jika anda merasa berilmu, tapi belum mampu mengubah kualitas hidup anda di berbagai sisi. Maka sebenarnya anda masih belum berilmu.mungkin saja usia anda telah tua. Tapi anda tetap harus belajar. Setidaknya belajar untuk menghadapi hari tua dengan baik,untuk persiapan menghadapi kematian

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jangan besarkan anakmu dengan cara orangtuamu membesarkanmu dulu, karena mereka lahir di zaman yang berbeda

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai sikap sombongnya, bisa jadi dia sedang sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jangan pernah mengambil keputusan ketika sedang marah dan jangan pernah mengumbar janji ketika sedang bergembira

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jadilah manusia yang baik dalam pandangan Allah. Jadilah manusia yang buruk dalam pandangan sendiri. Jadilah manusia yang biasa dalam pandangan orang lain

[10/7 07.34] Buya Beny Beny: Jika kamu ingin menguji karakter seseorang, hormati dia. Jika dia memiliki karakter yang bagus, dia akan lebih menghormatimu, namun jika dia memiliki karakter buruk, dia akan merasa dirinya paling baik dari semuanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...