Langsung ke konten utama

Teknik Pemasaran

 Teknik Pemasaran 



Teknik pemasaran adalah cara yang digunakan produsen untuk memsarkan produk untuk menarik pelanggan agar membeli atau menggunakan produk yang dibuatnya.

Salah satu teknik pemasaran adalah kemasan. Mengemas suatu barang, membutuhkan seni dan kreativitas yang tinggi.

Kemasan yang unik dan menarik, pada zaman sekarang ini bisa dengan berbagai cara yang berasal dari benda apapun. Misal kemasan makanan di kereta api. Kemasan kotaknya dilipat sedemikian rapi seperti terbuat dari plastik atau melamin, terdapat tulisan kuliner dengan kata-kata yang tertulis menarik konsumen, dilengkapi dengan instagram dan media menerima kritik dan saran, serta penataan sajian yang apik.





Ada lagi kemasan yang dibubuhi hiasan. Tidak harus baru, tidak harus mahal, dan tidak harus beli. penggunaan barang bekas, bahkan dedaunan, atau ranting. Eh, ada juga lo dari serat goni (semacam sak yang terbuat dari serabut kelapa sepertinya.

Mengemas suatu barang menjadi tolok ukur seseorang atau produsen dalam keberanian menerobos pasar. Meningkatkan pelayanan, sehingga customer merasa berkesan dan puas. Mengemas produk yang out of the box, menjadikan penasaran para konsumen, dan tertarik untuk membelinya.

Salah satu contoh kemasan produk rajutan ini. Sebuah rajutan kantong uang, dikemas dengan apik dan unik, menjadikan sesuatu atau hadiah yang cantik dan menarik.

Menggunakan kotak kardus kemasan yang pas dan rapi, kantong dialasi potongan kertas hvs bekas digunting halus, dibubuhi label dengan bacaan mencerdaskan konsumen, dan kancing kardus dengan tulisan seirama antara benda dan keterangannya. Rajut. Menjadi lebih keren dan memiliki daya jual tinggi.

Apalagi rajutan ini hasil karya jemari bidadari. keterampilan gadis mahal di zaman sekarang ini. Kemasannya sederhana, namun membuka pikiran guru TK untuk mencipta, apa yang bisa diberikan untuk muridnya besok agar mampu menumbuhkanblreatovitas anak sehingga memiliki daya saing saat mereka dewasa kelak.




Sragen, 28 Juni 2022, 02. 50


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita AKU ANAK HEBAT

 CERITA AKU ANAK HEBAT             Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum!  Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK

                                                                                     PENDEKATAN  HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI di TK Undang-Undang Nomor 20 tahun 3003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa, “Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Mendidik anak usia dini adalah mempersiapkan generasi. Melatih anak usia dini adalah mempersiapkan pemimpin masa depan yang dapat melaksanakan hablun minallah dan hablun minannas dengan...

MENDHEM JERU MIKUL DHUWUR

Mendhem jeru mikul duwur adalah pribahasa bahasa Jawa. Pribahasa tersebut memiliki makna terkait berbakti kepada orang tua. Mendhem jeru berasal dari dua kata yaitu mendhem yang artinya mengubur, dan jeru artinya dalam sekali. Arti umumnya adalah mengubur dalam-dalam hingga tak ada yang terlihat. Adapun maksud dari pribahasa tersebut adalah seorang anak jika mendapati kekurangan, kesalahan atau aib dari orang tuanya atau ayah ibunya, hendaklah menyimpan dan menyembunyikan sebaik mungkin. Agar tidak diketahui oleh orang lain. Jangan sampai karena dinasehati orang tua menimbulkan rasa tidak suka, muncul rasa kesal. Atau karena kondisi ekonomi orang tua ia mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kontrak rumah berpindah-pindah, atau memiliki rumah tapi sangat sederhana, malu dengan tetangga dan teman. Karena tekanan ekonomi dan sosial menjadikan emosi orang tua tidak stabil, akhirnya menimbulkan sakit hati atau kebencian anak kepada orang tua. Rasa benci dan sakit hati...