Diman dia dimakamkan?
Siapa dia?
Mengapa dimakamkan di sini?
Ini desaku.
Ini tempatku.
Ini tanahku.
Ini adatku.
Lalu...
Ya... kuterima kamu, karena bapakmu.
Ooooh....
Kamu merantau...
Kamu tak menitiskan tetesan keringatmu di rantau.
Itukah maksudmu?
Ketika nyawa lepas dari tubuhku
Ternyata...
Tidak serta
Merta angka itu menutup mulutmu.
Lalu...
Oooh...
Ini bukan di TV
Bukan di luat negeri
Ini insan sehati..
Tapi....
Pemakaman ini mengejutkan
Semoga ruhmu tidak terhalang
Kemaafanmu membuka jalan...
ALLAH .. ampuni dosanya
Tutupi salahnya...
Terima amalnya...
Amiiin...
CERITA AKU ANAK HEBAT Namaku Ahmad, aku anak laki-laki berumur 6 tahun. Rambutku lurus, warna kulitku kuning langsat. Aku sekolah di Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa. Aku tinggal bersama nenek dan paman di desa Suka Damai. Wuuushsh! Wuuushsh! Suara angin meniup pohon-pohon tinggi di dekat rumahku. Gemericik suara air mengalir dari sawah ke banda samping rumahku. Jalanan sepi, siang itu panas sekali. Aku pulang sekolah. “Assalamualaikum! Tok! Tok! Tok! Nek, Nenek! Ahmad datang,nek.” “Walaikumussalam, cucuku. Alhamdulillah, kamu sudah datang, nak.” Akupun langsung meletakkkan sepatu dan tas pada tempatnya. Tak lupa ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki. Nenek mengajarkanku agar cuci tangan dan kaki setiap pulang sekolah agar debu-debu dan kuman yang menempel, bersih dari anggota tubuh kita. Seperti biasa, nenek langsung mengajakku makan di meja makan. “Ayo, nak! Kita makan dulu....
Komentar
Posting Komentar